Inilah kehidupan

September 7th, 2006 by harne2

Kesabaran..

Sabar dan terus bersabar. Bersabarlah dengan kesabaran yang cantik. Sedangkan nabi diuji dengan beratnya setiap hari, inikan pula sekadar perkara remeh yang melarikan kita daripada tanggungjawab sebenar. Mungkin juga ini balasan akibat melalaikan amanah sebagai khalifah di muka bumi ini. Hidup di dunia bak bahtera di lautan gelora. Tiada tentu ia bermaharajalela. Kala tenang, ramai yang alpa. Namun, pabila badai menunjukkan diri yang sebenar, maka bersungguh-sungguhlah terkumat kamit memohon perlindungan dari yang Esa. Bejujuran air mata keinsafan, seumpama kehidupan sudah sampai ke penghujungnya. Terpatrilah janji akan hidup sebagai hamba yang taat setiap masa.  Lalu Allah dengan sifat Rahman-Nya menyelamatkan kita. Alhamdulillah. Tetapi…hakikatnya manusia kembali lupa dengan nikmat kesenangan yang mendatang. Begitulah silih berganti putaran kehidupan seorang insan bernama manusia.

Teringat akan pesanan Golden Rule: Do on to others what you want others do on to you. Vice versa. Hubungan sesama manusia sebagai titik pengukur tahap iman dan akhlak kita kepada Allah. Lantaran Allah tidak akan mengampunkan, selagi manusia itu tidak memaafkan. Seandainya seseorang menghadiahkan kita sesuatu, maka sebagai manusia normal, kita akan berterima kasih dan menunjukkan rasa terima kasih itu. Lebih-lebih lagi jika ia datang dari seseorang yang ’significant’ dalam hidup kita. Namun ada juga manusia yang menyakiti hati si pemberi, seolah-olah dia tidak pernah membawa apa-apa erti dan segala yang dilakukannya adalah remeh belaka. Bercakap sombong merasakan seolah-olah dirinya yang benar. Seakan memberitahu dunia aku lah manusia yang paling betul dalam tindakan. Sekali kita melukakan hati seseorang, ibarat menanam paku di dinding yang bersih. Biarpun kita mampu mencabutnya dengan secebis kemaafan yang mudah dilafazkan, namun belum tentu kita mampu menutup kembali kesan yang ditinggalkan. Manusia bukan malaikat. Sebaik mana pun pastilah mempunyai titik hitam di hati. Andai kita merasakan membuat seseorang terluka itu sesuatu yang remeh, maka ia dengan sendirinya mencerminkan siapa diri kita yang sebenar.

Hitunglah diri sebelum kita dihitung di akhirat nanti. Azab Allah itu amat berat, kita tidak mampu sama sekali menanggungnya. Seandainya telah sampai peringatan kepada kita untuk melakukan kema’rufan dan meninggalkan kemungkaran, maka bersegreralah. Janganlah menolak lagi. Kita tidak cukup hebat untuk merasakan diri ini betul. Bimbang kita tidak punya cukup masa untuk memperbaiki segalanya. Hidup hanya sekali. Ia punya tujuan yang pasti. Jangan tersasar lagi. Dosa yang telah dilakukan, Allah menutupnya dari keaiban. Maka bersyukurlah dan bertaqwalah. Sesungguhnya yang paling mulia adalah yang paling tinggi sifat taqwanya….

Jangan ambil penglihatanku..

June 15th, 2006 by harne2
Kaikoura_176
Indahnya dunia dapat ku memandangnya
Syukur telah Kau beri penglihatanku ini
Walaupun terkadang dosa mengundang mata
Terus merasuki ku untuk melupakanMu
Mengganti kaji ayatMu dengan dosa kesenangan sementara…..
Ku memohon kepadaMu jangan ambil penglihatanku
Hitam kelam hanya gelap yang akan bertandang
Untuk yang kesekian kali berikan kesempatan lagi
Masih ingin aku melihat kebesaranMu
Allah jangan ambil penglihatanku
Ketika mata yang memandang dunia
Mulai memudar buram menuju hitam,
Siapkah kita menerima semua
Kerna gelap keabadian akan menyapa,
Apakah kita akan lakukan yang terbaik
Kerna sebentar lagi cahaya tak lagi bicara ,
Hanya kenangan di kepala tentang merah,biru ,kuning yang tersisa
Dan akhirnya semua terlupa …..

Love & Life

June 14th, 2006 by harne2
A gift from a friend of mine. Meaningful and invaluable..._____________________________________________________________________
Cinta Agung hanya dari Allah S.W.T. Cinta lain kepada suami,isteri, anak-anak, ibu dan bapa, kepandaian, Kejelitaan, pangkat dan harta benda hanya bersifat sementara. Boleh Hilang dalam sekelip mata. Yang kekal hanya Allah S.W.T.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapanwalaupun mereka telah dikecewakan..Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati..Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada merekayang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Hapuskan Kedukaanmu... Tapi mengapa kesakitan di hati ini masih lagi terasa? Sabarlah.... Mungkin bersama masa kau akan belajar untuk melupai segala kelukaan dan kesakitan itu. Sungguh sekuat mana menahan dirisedangkan air mata semakin mendesak untuk tercurah. Kebahagiaan pasti tiba orang yang jahat pasti tercelasegala keburukan telah menimpa saatnya kelegaan menjelma. Banyak mata yang terbuka sementara lainnya terpejam.Di dunia nyata sesuatu bisa ada, bisa juga tiada. Maka lemparkan sekuat tenaga kesedihan hatimu sebab kesedihanmu hanya akan membuatmu menjadi nanar.Sesungguhnya Tuhanmu telah menyiapkan apa yang kau perlukan esok hari dan kau akan menjumpai kecukupan itu ketika kau menjalaninya. Biarkanlah segala sesuatumengalir seirama taqdir. Jangan sekali-kali kau tidur kecuali tetap waspada. Saat kau kerdipkan matamu belum sempat kau terlena ternyata Allah telah mengubah keadaan.Sekalipun kulukiskan keagunganMu dalam goresan sebagai tanda kesucian yang mempererat jiwa Engkau tetap Yang Teragung dan tempat segala yang bermakna. Ya Tuhan,hanya pada keagunganMu segalanya terasa lapang.

Kenangan itu kadangkala teramat pahit untuk diredah,tetapi ia terlalu manis untuk dikenang. Hidup tak selalunya indah tapi yang indah itu tetap hidup dalam kenangan.Andainya hadirnya cinta sekadar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.Kecewa bercintabukan bermakna duniasudah berakhir.Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan.Hidup ini indah jika kita tahu menghargainya... Tapi ia amat menyakitkanandai kita melaluinya sambil lewa...

Ya Allah, Bukakanlah Dadaku, Mudahkan Urusanku dan Hilangkanlah Kekakuan Pada Lidah Agar Mereka Faham Akan Perkataanku.Ya Allah! Mulakan Permulaan Hari IniSatu Kebaikan, Pertengahannya Merupakan Kebahagian dan Penghujungnya Keuntungan. Ya Allah! Tiada Yang dapat Memberi Kebaikan Melainkan Engkau, dan Tiada Yang dapat Menolak Kejahatan Melainkan Engkau, Tiada Daya Upayaku. AMIN... 

Coretan buat keluarga tercinta..

June 14th, 2006 by harne2

Saujana mata ini melirik pada potret keluarga yang sering mengisi kekosongan hari-hariku..Tanpa keluarga ini, siapalah aku untuk berpijak di bumi yang luas terbentang. Saat ini terasa terlalu bersyukur kerana nikmat kebahagiaan pinjaman-Nya masih dapat kuhirup manisnya..Alhamdulillah..

Dscf1163Seketika terpandang wajah abah, insan mulia yang kusanjung tinggi ketegasan serta sifat tanggungjawabnya. Biarpun riak mukanya tegas, namun sifat cerianya sentiasa mencuit hati kami sekeluarga hingga bisa melupakan pada sibuknya segala amanah di tempat kerja. Ibu, kelihatan tenang pada apa jua keadaan, beriku kekuatan untuk menongkah arus hidup penuh cabaran. Dikaulah tempat

bermanja, berkongsi cerita suka dan duka, teman dan penjaga, jua mengajarku mencari redha Ilahi dalam setiap perilaku ku saban hari. Tanpamu, aku tidak mungkin berdiri segagah ini..Andai kuhimpun seluruh dunia dan seisinya, nescaya tidak sedikitpun mampu membalas jasa keduamu..Terima kasih abah dan ibu..

Menatap wajah along, abang sulungku yang telah pun bergelar seorang bapa dan jurutera yang berjaya, bagai suatu inspirasi untukku terus berusaha mengejar cita-cita yang tinggi. Meskipun terkadang tegas terhadap adik-adikmu, namun jauh di sudut hati, cetusan kasih sayangmu pada kami semua memberi sinar harapan buat kami meneruskan kehidupan. Angah, seorang yang hafiz, sentiasa ceria dan bersahaja dalam tutur katamu, membuatkan mereka di sekelilingmu berasa selesa dan dihargai. Kau merantau jauh mencari ilmu syariatullah, buat bekalan untuk disampaikan kepada  manusia  bahawa perintah Allah adalah sanjungan utama. Kesabaranmu, menjadi kunci pembuka pintu kejayaan di dunia dan akhirat. Moga kau terus kuat dan istiqamah dalam amal perbuatanmu.

Adikku Firdaus, fitrahmu suci dan bersih. Jangan dicemari dengan noda yang bisa membinasakan. Andai tersalah langkah, kembalilah kepada fitrahmu itu. Mendung semalam, jangan biar ia terus menghantuimu hingga ke hari ini. Kau punya kekuatan jua kelebihan. Manfaatkanlah pada jalan yang sebaiknya. Moga kau menjadi seorang yang matang dalam tindakanmu di masa hadapan.

Seketika pandanganku tertumpu pada wajah manja Faten, adik bongsuku. Kulihat dengan penuh kasih sayang dan doa, agar dikau terus tabah dalam menempuh onak hidup yang meruntun kekuatan serta kecekalan yang berpanjangan. Kau bisa menjadi pemimpin di hari muka. Maka perkuatkanlah persediaanmu dalam segenap ciri kehidupan, agar cita-citamu bakal menjadi suatu kenyataan.

Dan aku, aku akan terus di sini, memburu segeggam kejayaan yang kuharap bakal menyerikan kehidupanku di masa hadapan. Meskipun di kala ini kita semua jauh terpisah, namun ikatan hati yang suci tidak akan terluput sama sekali. Biarpun selautan badai menduga, namun bahtera ini akan tetap kita pertahankan bersama. Ikatan ini, bukan ikatan yang biasa, padanya tersimpul rapi segenap jiwa, tersulam bersama jalinan kasih sayang yang tulus dan kudus, dunia dan akhirat. Ya Allah, aku bersyukur pada-Mu atas nikmat bahagia yang Kau anugerahkan ini. Moga kuterus bersyukur dan menghargainya seiring perjalanan masa. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah…

My_pictures0046

Pertemuan bukan milik kita…

June 13th, 2006 by harne2

___________________________________________________________________

Pertemuan…

Menghadiahkan kita kasih sayang

Jika cinta satu pasti bertemu

Ia tidak ternilai

Kerana antara hati kita

Telah tiada antaranya lagi

Yang ada hanya cinta kasih Ilahi

Kita terpisah hanya sementara

Kerna pertemuan bukan milik kita

Jasad dan suara berjauhan sentiasa

Namun jiwa mengerti…

Biar terpisah selalu menderita

Kerana syurga menagih ujian

Sedang neraka dipagari oleh nikmat

Bertemu tidak jemu, berpisah tak gelisah

Bicara kita adalah bicara sufi

Tanpa suara dan kata-kata

Kerana penghubung kita adalah bicara hati

Bertemu berpisah kerana Allah…

Pilihan itu…

June 12th, 2006 by harne2

Mengapakah dalam hidup ini kita sering tersilap dalam membuat pilihan? sering terjadi kita memilih apa yang kita sangkakan indah, sedangkan hakikatnya buruk buat kita. namun kita tidak pernah akur dan mahu mengaku kesilapan itu, kita terlupa bahawa kita punya batas akal dan kemampuan untuk menilai…dalam pada itu, acapkali juga kita menjauhi sesuatu yang buruk pada pandangan kita, sedangkan realitinya ia adalah coretan terbaik buat kita…dan kita terus mengulangi kesilapan itu lagi dan lagi…alangkah ruginya kita…bila pandangan mata dijadikan kayu pengukur, sedangkan pandangan hati itu yang hakiki…pandangan mata itu menagih perhatian pada sesuatu yang dapat dilihat zahirnya, lantas terpesonalah pada keindahan rupa duniawi yang menggoda. Sedangkan pandangan hati itu meruntun niat yang ikhlas, jiwa yang bersih, batin yang suci, agar thabat taat dan setia, biarpun terpisah beribu batu jauh di mata…

Biarpun begitu, bukan mudah untuk membuat pilihan…mudah dikata namun sukar dikota,lantaran hidup ini tidak sunyi dari gangguan nafsu dan bujukan syaitan…hingga terkadang terhijab pandangan hati itu oleh dosa-dosa yang dilakukan…dari hari ke hari semakin gelap dan menghitamkan…hingga tiada lagi sinar cahaya buat menyuluh perjalanan yang sukar…lalu tersasarlah kita ke lembah kesalahan yang berpanjangan…saat itu akan terasa begitu sukar untuk kembali ke pangkal jalan…hati yang merintih tiada lagi didengari..nafsu yang utama, dunia yang dicari…

Memilih cinta ibarat memilih dari pintu yang beribu dengan hanya kunci yang satu..setiap pilihan membawa kesudahan yang berlainan…jika tepat, maka berbahagialah…namun jika tersalah, belum tentu ada jalan undurnya…biarpun begitu, ia memerlukan kekuatan…perlukan siraman kasih sayang dan baja setia…menagih curahan pengorbanan dan limpah taat pada-Nya. Andai kita telah pun menjumpainya, maka pertahankanlah, sebelum ia terlepas akibat ‘keselesaan’ yang kita rasa..tanpa melakukan apa-apa. sedangkan hati itu sedang cuba ditawan dengan bersungguh-sungguh…bimbang ia tenggelam lantaran kita yang diam…cinta perlukan kekuatan…agar kita dapat berpaut erat padanya tanpa terlepas lagi…kuatkanlah genggamann kita, lakukanlah sesuatu agar ianya sentiasa terpeliahara dalam rahmat-Nya…berdoalah moga hati kita akan terus kekal istiqamah pada jalan-Nya…cinta ini, tidak bisa dijual beli, belum tentu dapat dicari ganti,…kerana fitrah cinta itu sememangnya suci…jangan dicemari lagi…moga sentiasa di dalam rahmat-Nya yang abadi…

Look Into My Eyes

June 2nd, 2006 by harne2

__________________________________________________________________________

Look into my eyes
Tell me what you see
You don’t see a damn thing
’cause you can’t relate to me
You’re blinded by our differences
My life makes no sense to you
I’m the persecuted one
You’re the red, white and blue

Each day you wake in tranquility
No fears to cross your eyes
Each day I wake in gratitude
Thanking God He let me rise
You worry about your education
And the bills you have to pay
I worry about my vulnerable life
And if I’ll survive another day
Your biggest fear is getting a ticket
As you cruise your Cadillac
My fear is that the tank that has just left
Will turn around and come back

Yet, do you know the truth of where your money goes?
Do you let your media deceive your mind?
Is this a truth nobody, nobody, nobody knows
Has our world gone all blind?

Do you know the truth of where your money goes?
Do you let your media deceive your mind?
Is this a truth nobody, nobody, nobody knows?
Someone tell me…

Ooohh, let’s not cry tonight
I promise you one day it’s through
Ohh my brothers, Ohh my sisters
Ooohh, shine a light for every soul that ain’t with us no more
Ohh my brothers, Ohh my sisters

See I’ve known terror for quite some time
57 years so cruel
Terror breathes the air I breathe
It’s the checkpoint on my way to school
Terror is the robbery of my land
And the torture of my mother
The imprisonment of my innocent father
The bullet in my baby brother
The bulldozers and the tanks
The gases and the guns
The bombs that fall outside my door
All due to your funds
You blame me for defending myself
Against the ways of my enemies
I’m terrorized in my own land (what)
And I’m the terrorist?

Yet, do you know the truth of where your money goes?
Do you let your media deceive your mind?
Is this a truth nobody, nobody, nobody knows
Has our world gone all blind?

Do you know the truth of where your money goes?
Do you let your media deceive your mind?
Is this a truth nobody, nobody, nobody knows?
Someone tell me…

Ooohh, let’s not cry tonight, I promise you one day it’s through
Ohh my brothers, Ohh my sisters,
Ooohh, shine a light for every soul that ain’t with us no more
Ohh my brothers, Ohh my sisters,

America, do you realize that the taxes that you pay
Feed the forces that traumatize my every living day
So if I won’t be here tomorrow
It’s written in my fate
May the future bring a brighter day
The end of our wait

Ooohh, let’s not cry tonight, I promise you one day it’s through
Ohh my brothers, Ohh my sisters,
Ooohh, shine a light for every soul that ain’t with us no more
Ohh my brothers, Ohh my sisters,

Ohh let’s not cry tonight I promise you one day is through
Ohh my brothers! Ohh my sisters!
Ooh shine a light for every soul that ain’t with us no more
Ohh my brothers! Ohh my sisters!

Warkah dari anak mak yang degil…

June 2nd, 2006 by harne2

A friend of mine gave this to me. Thanx to Bad..

WARKAH DARI ANAK MAK YANG DEGIL

assalamualaikum!
saya nak awak kongsi bersama,,bacalah warkah ni,,
WARKAH BUAT IBU…
Mak…..
Terlalu bosan rasanya duduk membilang hari…..
Dah hampir sepuluh bulan mak pergi,
Rasanya baru semalam mak peluk kiter kan
sejuk syahdu masih terasa lagi nih….
Mak tau tak…..
itulah pertama kali mak peluk anak mak yang nakal ni
sejak kiter dewasa…..
dan itu juga terakhir kali nya.
Emmmm…rupanya mak dah tau mak nak pergi jauh…..
nak tinggal kan anak2 mak…..
nak tinggal kan dunia fana ni…..
mak macam dan sedia…..
Seminggu sebelum tu…..mak dah menganyam tikar
mengkuang 3 helai…..
Akak kata sampai ke pagi mak anyam tikar tuu…..
tanpa rasa mengantuk, tanpa rasa letih…..
kakak pun rasa hairan…..
mak tak penah buat gitu…..
pastu mak pasang radio kecil di sebelah mak…..
tapi mak seolah2 tak sedar bahawa rancangan
radio tu siaran siam…..
kengkadang siaran indonesia…mak terus tekun menganyam…
Rupanya tikar yang telah mak siapkan tu di gunakan
untuk mengiringi mak ke kuburan…
Pastu mak sapu sampah sekeliling rumah bersih2….
pastu mak jemur karpet-karpet…
pastu mak ubahkan sofa ke tempat lain..mak biarkan ruang tu kosong..
rupanya kat situ jenazah mak diletakkan..
paling menarik sekali mak bgtau kat maner sume duit
dan barang kemas
mak..
ada kat dalam almari…..
ada kat dalam dalam beg…..
ada dalam ASB…..
ada kat dalam Tabung Haji..
mak cakap tak berapa cukup lagi….
ada kat dalam gulung tikar…..
masa tu mak perasan takk..??
kiter gelak sakan bila mak bgtau duit dalam gulung tikar…
kiter kata mak ni memang pesenn lama laaa…
mak cuma gelak jer…
eeemmm..bahagiaa nya saat ituu..

Mak…..
Hari tu hari sabtu 18/08/1999 pukul 3 petang
mak tiba2 sakit perut…..
bila malam tu kiter sampai dari KL…..mak dah dalam kesakitan.
Akak dan abang kat kampong semua dah pujuk…..
mak tetap takmau pi hospital…..
dan cuma tinggal giliran kiter sahaja yang belum pujuk…
Mak kata mak takmau duduk dalam hospital…..
tapi kiter berkeras juga pujukk..
nanti di hospital ada doktor…ada ubat untuk mak..
kat rumah kami hanya mampu sapu minyak dan urut jer..
Mak tetap tak bersetuju…..mak memang degil…
tak salah, anak mak yang ni pon mengikut perangai mak tu..
Tapi akhirnya bila melihat keadaan mak makin teruk….
mak sakit perut sampai nak sentuh perut mak pon sakit
kami adik beradik sepakat hantar juga mak ke hospital…..

Mak…..
amponkan kami semua…
kami nak mak sehat…
kami sayang mak…
kami tak mau mak sakit…
kami terpaksa juga hantar mak ke hospital….
ampon kan kami yer mak….

Mak…..
Malam itu abang bawa mak ke hospital ! dan itu lah pertama
dan terakhir kali
mak naik kereta kiter…
Masih terbayang betapa ceria dan gembiranya mak,
kiter kata nak beli kereta….
Mak asyik tanya ajer..cukup ker duitt..
kiter jawab pula…kalau tak cukup,
mak kan banyak duit…
mak gelak ajerr…..
Lepas tu bila kereta kiter sampai…..mak buat kenduri kesyukuran…..
Dan kiter masih ingat lagi…bila kiter eksiden terlanggar
keling naik motor…..
Punya la kiter takut…kiter warning kakak kiter
jangan sesekali bgtau kat mak…..
Bila balik sahaja kampong….kiter cepat-cepat
simpan keta dalam garaj…..
Tapi mak perasan juga bumper depan kemek…
mak tanya kenapa…?
Selamba jerr kiter jawab terlangar pokok bunga…..
Mak….tujuan kiter menipu tu supaya mak tak risau…
Maafkan kiter kerana sampai mak pergi mak tak tau hal sebenar…
mak, kiter menipu mak kan…ampon kan kiter….
Mak…..
Jam 4.30 pagi 19/08/1999
Bila tiba aja kat hospital….nurse tengah balut mak
dengan kain putih…..
mak mesti nampak kiter jatuh terduduk di lantai hospital…
Mesti mak nampak abang cium dahi mak…..
Mesti mak nampak akak baca doa untuk mak….
Mesti mak nampak adik terduduk kat kerusi kat sudut itu…
mesti mak nampak semua tu kann…kann..kannn
Mak tau tak….
Pagi tu balik dari hospital jam 5.20 pagi kiter memandu dalam
keadaan separuh sedar…
Adik kat sebelah diam melayan perasann…
Kenangan bersama mak berputar dalam kepala ini…
jalan di depan terasa makin kelam…..
airmata dah tak mampu di tahan….
Masa tu seandainya apa-apa terjadi di jalan itu kiter rela…
Namun alhamdulillah akhirnya kiter sampai juga…
disebabkan pagi masih awal,
jadi jalan tu lenggang..kosong….sekosong hati ini…..
Sepanjang perjalanan terasa kedinginan subuh itu lain benar
suasananya…..
terasa syahdu dan sayu gitu…dinginnnn….

Mak…..
Kiter masih ingat lagi…
Kiter baca AlQuran kat tepi mak temankan mak…
Jam 11.00 pagi mak di mandi kan….
Anak2 mak yang pangku masa mak mandi….
Mak mesti rasa betapa lembut nya
kami mengosok seluruh tubuh mak…..
Kiter gosok kaki mak perlahan lahan…..
Mak perasan tak…?
Makcik yang mandikan mak tu pujuk kiter…..
Dia kata…" dikk…jangan nangis…
kalau sayang mak jangan buat gitu…
jangan nangis ya.."
Bila makcik tu kata gitu…
lagi laaaa laju airmata ni..
tapi kiter kawal supaya tak menitik atas mak….

Mak…..
Sampai takat ini surat ni kiter tulis…..
kiter nangis ni…..
Ni kat dlm bilik…baru pukul 4.00 pagi….
Takder orang yang bangun lagi…..
kiter dengar nasyid tajuk "anak soleh"
kiter sedih…kiter rindu kat mak..!
Takpa la…..nanti bila kita selesai sembanyang subuh,
kiter baca yassin untuk mak…
mak tunggu ya…!
Mak..
Sebelum muka mak di tutup buat selamanya….
Semua anak2 mak mengelilingi mak…
menatap wajah mak buatkali terakhir….
Semua orang kata mak seolah2 senyum aja…
Mak rasa tak….masa tu kiter sentuh dahi mak….
kiter rasa sejukkkk sangat dahi makk…..
Kiter tak mampu nak cium mak…kiter tak daya….
kiter tuliskan kalimah tauhid kat dahi mak dengan air mawar…
Airmata kiter tak boleh tahan….
Mak mesti ingat kan yang anak mak ni
jadi imam solat jenazah untuk mak…
tapi kite suruh tok imam bacakan doa sebab kite sebak….
Jam 12 tengahari mak diusung keluar dari rumah….
Akak pula dah terkulai dlm pelukan makcik…
badan akak terasa panas…
makk…anak mak yang seorang tu demam….
Mak tauu…cuma akak sorang saja anak mak
yang tak mengiringi mak ke tanah perkuburan…

Mak…..
Hari2 ku lalui tanpa kewujudan mak lagi…
Begitu terasa kehilangan mak…boleh kata setiap malam
selepas maghrib anak mak ini berendam airmata…
Dan sampai satu tahap….masa tu malam jumaat
selepas maghrib…
Selepas kiter baca yassin ngan kawan-kawan….
entah kenapa biler kat bilik kiter keluarkan gambar2 mak
pastu apa lagi…
semakin kiter tenung terasa semakin sayu…
tangisan tak dapat dibendung…
Mak tauu…kiter cuba bertahan…
memujuk diri sendiri tapi tak juga reda…
Kiter rasa nak telefon mak…
nak cakap dengan mak….
anak mak yang ni dah tak betul kan..????
Dan akhirnya dalam sedu sedan itu kiter telefon kampong…
Kiter cakap dengan kakak..kiter nangis lagi…
Puas la kakak memujuk kiter…
Akak kata…" tak baik laa nangis aje..doa lah untuk
mak..nanti kalau gini
ajer mak yang susah kat sana.."
Dan akhirnya akak juga nangis…..
Agaknya mak nampak adegan tu…
sebab malam jumaat kata orang roh balik rumahh…
mengharap sedekah dari anak2 nya…

Mak tau tak…di saat itu kerinduan
terasa menusuk sehingga ke hulu hati…
rasa nyilu sangat….
menusuk-nusuk sehingga terasa begitu sakit dalam dada ni….
Sampai sekarang bila kerinduan itu menjelma…
hanya sedekah al-fatihah kiter berikan…..

Mak….
cukup la sampai sini dulu….
kawan kiter dah ketuk pintu bilik tu….
kejap lagi kami nak pergi solat subuh kat masjid…
selalunya, kiter yang bawak mak naik motor kan…
kali ni kiter jalan kaki dengan kawan pulak…
esok kiter ingat nak tulis surat kat ayah pula….
Mula2 kiter tak tau nak hantar mana surat nih…
pastu kawan kiter bgtau…simpan je buat kenangan..
Kiter cuma tau alamat ni aje…
Takper yer mak…kiter kasi orang lain baca…
Kiter stop dulu…sebab kawan kiter dah lama tunggu tu…
akhir kata untuk mak, I LOVE YOU SO MUCH
dan jutaan terima kasih
kerana membesarkan kiter…
memberi seluruh kasih sayang
dari kecil sampai masuk sekolah..
sampai masuk unibesiti..
sampai kiter boleh rase naik kapal terbang…
boleh rasa duduk kat negara orang…
Sampai akhir hayat ini jasa mak
tak akan mampu kiter balas..
Sekian terima kasih.

Yang Benar
Anak mak yang dah tak degil

p/s: kembalilah kepada ibu bapa kita.Bimbang kita tidak sempat memohon ampun dan maaf dari mereka…

Nafas baru..

June 2nd, 2006 by harne2

Salam

Assalamualaikum…kata ditabur pembuka bicara…Fist of all, this is actually a reborned of what had died..Well, too many things happening silih berganti…lagi dan lagi…tak perlu dirungkaikan satu persatu..cukuplah sekadar menyatakan, semuanya adalah tarbiyah dari Tuhan…yang berbeza- beza menurut kemampuan hamba-Nya…Sedangkan Rasul yang paling dikasihi lagi diuji…inikan pula insan lemah, kerdil lagi hina…

Ujian

Alhamdulillah, segala yang berlaku, baik atau buruknya, telah tercatat di sisi Allah limpahan hikmah yang kadangkala sukar ditafsirkan oleh akal yang terbatas ini. Orang yang ‘berfikir’ melihatnya sebagai suatu kurnia yang berharga, sedangkan mereka yang akur pada bujukan nafsu mendapatinya sebagai musibah yang menyusahkan.

Kadang kala terasa perit apabila diuji oleh kata-kata sendiri…hinggakan seolah-olah takut untuk menzahirkannya lagi. Sejarah banyak membuktikan mereka yang banyak berkata-kata akhirnya tenggelam dalam kata-katanya..hanya bibit-bibit kepetahan yang mampu bertahan, sedangkan diri sendiri telah jauh tersasar ke lembah kemungkaran…itulah akibat apabila perbuatan tidak disertai niat yang lurus. Biarpun nampak elok di permulaanya, namun, semakin lama sedikit demi sedikit ia terbias ke daerah binasa.

Hakikat Hidup

Hakikat hidup tidak seindah khayalan minda..Selagi mana kita masih bernafas di dunia fana ini, selama itulah desiran bayu suka dan duka akan menyapa kita. Sesekali hakikat tidak diduga datang bertandang, terasa amat sukar untuk menelannya, meskipun ia adalah suatu realiti yang tidak bisa diubah lagi. Pun begitu, ia adalah pengajaran besar dari Tuhan yang Maha Penyayang. Saat ini terasa terlalu amat bersyukur kerana Tuhan masih lagi mengasihi diri ini…kerana kaki ini masih mampu berdiri di atas jalan kehidupan yang semakin berduri.

Pesan

Pesanan buat diri yang sering lupa..bersyukurlah atas nasib yang menimpa dirimu. Saat dirimu mengeluh atas kemiskinan dan kelaparan, ketahuilah bahawa di luar sana ada lautan manusia yang menagih secebis simpati untuk sesuap makanan. Tika dirimu resah akan masa hadapan yang belum pasti, ingatlah akan saudaramu yang belum tentu esok masih ada untuknya lagi..Apabila engkau murung akan nasib diri yang sering dirundung malang, yakinlah bahawa di sana mereka sentiasa hidup dalam ketakutan sejak hari pertama dilahirkan…lantaran itu, kembalilah kepada Allah. Dialah sumber kebahagiaan, kekayaan, kasih sayang dan cita hakiki selama-lamanya…

Suratan atau Kebetulan..

June 2nd, 2006 by harne2

Sesuatu yang tak disangka

Seringkali mendatangi kita

Itukah suratan dalam kehidupan

Atau sekadar satu kebetulan

Kita asyik membicarakan

Persoalan hidup dan pilihan

Serta kejujuran semakin berkurang

Masih tiada bertemu jawapan

Walau kita dihadapkan

Dengan berbagai pilihan

Mengapa sering terjadi

Pilihan tak menepati

Hingga amat menakutkan

Menghadapi masa depan

Seolah telah terhapus

Sebuah kehidupan yang kudus

Pertemuan sekali ini

Bagi diriku amat bererti

Tetapi ku bimbang untuk menyatakan

Bimbang kan berulang kesilapan..

p/s: this song is tributed to a friend of mine…life is not a bed of roses..